“Kursi Pelaminan Biru”
[Karya: Ariya Supena]
Menanti, lama menanti datangnya sang pujaan hati
Lama-lama tak datang hingga kini
Hari silih berganti
Bulan berganti tahun
Senang, hati senang
Setelah menanti cinta datang
Sungguh hati bahagia, sayang!
Ternyata cinta datang tercipta harapan
Siapa?
Ternyata…
Dia
Teman ku yang paling setia
Perasaan cinta terucap
Cincin emas yang kuberikan lambang cinta dariku
Perkawinan tiba bak sorga dunia
Kan tercapailah mimpi-mimpi yang indah
Kursi pelaminan biru berada di malam pengantin
Ku duduk dengannya di kursi pelaminan
Di sambut hangat pesta perkawinan
Kursi pelaminan biru t’lah menjadi saksinya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar